Yannick Bolasie
Murid Teladan
Lamsihardo
Jumat, 09 September 2016
Yannick Bolasie
MENPORA BERHARAP ACARA HAORNAS BERJALAN DENGAN BAIK
Foto: BangNaga
SMK HKBP Sidikalang - Hari ini, 9 September 2016, adalah Hari Olahraga Nasional (Haornas). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap event Haornas tahun ini berlangsung meriah dan menarik.
Menpora melakukan tinjauan ke lokasi di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (8/9) malam, yang menjadi arena perayaan Haornas. Dalam gladi bersih itu, Menpora memantau berbagai kesiapannya.
"Saya lihat kesiapannya sudah baik dan semoga besok berlancar jalan dan menarik," ujar Menpora.
"Sesuai tema Haornas tahun ini saya ingin kepada semua masyarakat baik di Sidoarjo, Surabaya dan sekitarnya untuk membangkitkan kembali olahraga."
"Dengan berolahraga kita akan sehat jiwa dan raga. Besok para pahlwan olahraga kita yang berhasil meraih medali di Olimpiade juga ikut meramaikan Haornas kali ini," lanjutnya.
Nantinya rangkaian acara Haornas akan melibatkan 1.712 penari yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan seniman. Tak hanya itu, laga final Liga Pelajar juga akan digelar mulai U-12, U-14, dan U-17.
Menpora melakukan tinjauan ke lokasi di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (8/9) malam, yang menjadi arena perayaan Haornas. Dalam gladi bersih itu, Menpora memantau berbagai kesiapannya.
"Saya lihat kesiapannya sudah baik dan semoga besok berlancar jalan dan menarik," ujar Menpora.
"Sesuai tema Haornas tahun ini saya ingin kepada semua masyarakat baik di Sidoarjo, Surabaya dan sekitarnya untuk membangkitkan kembali olahraga."
"Dengan berolahraga kita akan sehat jiwa dan raga. Besok para pahlwan olahraga kita yang berhasil meraih medali di Olimpiade juga ikut meramaikan Haornas kali ini," lanjutnya.
Nantinya rangkaian acara Haornas akan melibatkan 1.712 penari yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan seniman. Tak hanya itu, laga final Liga Pelajar juga akan digelar mulai U-12, U-14, dan U-17.
Jumat, 02 September 2016
Daftar Pemenang Ballon d'Or dari Tahun ke Tahun
Daftar Pemenang Ballon d'Or dari Tahun ke Tahun
Luapan kegembiraan kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo (Marca)
SMK HKBP SIDIKALANG - Penghargaan Ballon d'Or yang berarti bola emas dicetuskan oleh Pemimpin Redaksi Majalah France Football Gabriel Hanot pada tahun 1956. Saat itu Hanot meminta rekan-rekannya untuk memilih Pemain Sepak bola Terbaik di Eropa.
Pada awalnya para jurnalis hanya dapat memilih pemain asal Eropa yang bermain di Eropa saja. Tapi aturan itu berubah pada 1995. Perubahan tersebut menjadi pemain yang berasal dari benua lain juga dapat memenangkan penghargaan tersebut sejauh mereka bermain untuk klub Eropa. Jumlah jurnalis yang memilih juga bertambah menjadi 96 dari seluruh dunia. Sementara itu pelatih dan kapten dari seluruh dunia juga ikut memilih pemain terbaik tersebut.
Pada 2010, penghargaan Ballon d'Or dan Pemain Terbaik FIFA disatukan dimana Pemain Terbaik Dunia mendapatkan trofi FIFA Ballon d'Or.
Berikut pemenang Ballon d'Or dari tahun ke tahun:
1956
1. Stanley Matthews (Inggris, Blackpool)
2. Alfredo Di Stefano (Argentina, Real Madrid)
3. Raymond Kopa (Prancis, Real Madrid)
1. Stanley Matthews (Inggris, Blackpool)
2. Alfredo Di Stefano (Argentina, Real Madrid)
3. Raymond Kopa (Prancis, Real Madrid)
1957
1. Alfredo Di Stefano (Argentina, Real Madrid)
2. Billy Wright (Inggris, Wolverhampton Wanderers)
3.= Duncan Edwards (Inggris, Manchester United)
3.= Raymond Kopa (Prancis, Real Madrid)
1. Alfredo Di Stefano (Argentina, Real Madrid)
2. Billy Wright (Inggris, Wolverhampton Wanderers)
3.= Duncan Edwards (Inggris, Manchester United)
3.= Raymond Kopa (Prancis, Real Madrid)
1958
1. Raymond Kopa (Prancis, Real Madrid)
2. Helmut Rahn (Jerman, Rot-Weiss Essen)
3. Just Fontaine (Prancis, Stade Reims)
1. Raymond Kopa (Prancis, Real Madrid)
2. Helmut Rahn (Jerman, Rot-Weiss Essen)
3. Just Fontaine (Prancis, Stade Reims)
1959
1. Alfredo Di Stefano (Argentina, Real Madrid)
2. Raymond Kopa (Prancis, Real Madrid)
3. John Charles (Wales, Juventus)
1. Alfredo Di Stefano (Argentina, Real Madrid)
2. Raymond Kopa (Prancis, Real Madrid)
3. John Charles (Wales, Juventus)
1960
1. Luis Suarez (Spanyol, Barcelona)
2. Ferenc Puskas (Hungaria, Real Madrid)
3. Uwe Seeler (Jerman, Hamburg)
1. Luis Suarez (Spanyol, Barcelona)
2. Ferenc Puskas (Hungaria, Real Madrid)
3. Uwe Seeler (Jerman, Hamburg)
1961
1. Omar Sivori (Argentina, Juventus)
2. Luis Suarez (Spanyol, Inter Milan)
3. Johnny Haynes (Inggris, Fulham)
1. Omar Sivori (Argentina, Juventus)
2. Luis Suarez (Spanyol, Inter Milan)
3. Johnny Haynes (Inggris, Fulham)
1962
1. Josef Masopust (Rep Ceska, Dukla Prague)
2. Eusebio (Portugal, Benfica)
3. Karl-Heinz Schnellinger (Jerman, Koln)
1. Josef Masopust (Rep Ceska, Dukla Prague)
2. Eusebio (Portugal, Benfica)
3. Karl-Heinz Schnellinger (Jerman, Koln)
1963
1. Lev Yashin (Uni Soviet, Dynamo Moscow)
2. Gianni Rivera (Italia, AC Milan)
3. Jimmy Greaves (Inggris, Tottenham Hotspur)
1. Lev Yashin (Uni Soviet, Dynamo Moscow)
2. Gianni Rivera (Italia, AC Milan)
3. Jimmy Greaves (Inggris, Tottenham Hotspur)
1964
1. Denis Law (Scottish, Manchester United)
2. Luis Suarez (Spanyol, Inter Milan)
3. Amancio (Spanyol, Real Madrid)
1. Denis Law (Scottish, Manchester United)
2. Luis Suarez (Spanyol, Inter Milan)
3. Amancio (Spanyol, Real Madrid)
1965
1. Eusebio (Portugal, Benfica)
2. Giacinto Facchetti (Italia, Inter Milan)
3. Luis Suarez (Spanyol, Real Madrid)
1. Eusebio (Portugal, Benfica)
2. Giacinto Facchetti (Italia, Inter Milan)
3. Luis Suarez (Spanyol, Real Madrid)
1966
1. Bobby Charlton (Inggris, Manchester United)
2. Eusebio (Portugal, Benfica)
3. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
1. Bobby Charlton (Inggris, Manchester United)
2. Eusebio (Portugal, Benfica)
3. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
1967
1. Florian Albert (Hungaria, Ferencváros)
2. Bobby Charlton (Inggris, Manchester United)
3. Jimmy Johnstone (Skotlandia, Celtic)
1. Florian Albert (Hungaria, Ferencváros)
2. Bobby Charlton (Inggris, Manchester United)
3. Jimmy Johnstone (Skotlandia, Celtic)
1968
1. George Best (Irlandia, Manchester United)
2. Bobby Charlton (Inggris, Manchester United)
3. Dragan Džaji (Yugoslavian, Red Star Belgrade)
1. George Best (Irlandia, Manchester United)
2. Bobby Charlton (Inggris, Manchester United)
3. Dragan Džaji (Yugoslavian, Red Star Belgrade)
1969
1. Gianni Rivera (Italia, AC Milan)
2. Luigi Riva (Italia, Cagliari)
3. Gerd Muller (Jerman, Bayern Munich)
1. Gianni Rivera (Italia, AC Milan)
2. Luigi Riva (Italia, Cagliari)
3. Gerd Muller (Jerman, Bayern Munich)
1970
1. Gerd Muller (Jerman, Bayern Munich)
2. Bobby Moore (Inggris, West Ham United)
3. Luigi Riva (Italia, Cagliari)
1. Gerd Muller (Jerman, Bayern Munich)
2. Bobby Moore (Inggris, West Ham United)
3. Luigi Riva (Italia, Cagliari)
1971
1. Johan Cruyff (Belanda, Ajax)
2. Sandro Mazzola (Italia, Inter Milan)
3. George Best (Irlandia, Manchester United)
1. Johan Cruyff (Belanda, Ajax)
2. Sandro Mazzola (Italia, Inter Milan)
3. George Best (Irlandia, Manchester United)
1972
1. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
2. Gerd Muller (Jerman, Bayern Munich)
3. Gunter Netzer (Jerman, Borussia Monchengladbach)
1. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
2. Gerd Muller (Jerman, Bayern Munich)
3. Gunter Netzer (Jerman, Borussia Monchengladbach)
1973
1. Johan Cruyff (Belanda, Barcelona)
2. Dino Zoff (Italia, Juventus)
3. Gerd Muller (Jerman, Bayern Munic)
1. Johan Cruyff (Belanda, Barcelona)
2. Dino Zoff (Italia, Juventus)
3. Gerd Muller (Jerman, Bayern Munic)
1974
1. Johan Cruyff (Belanda, Barcelona)
2. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
3. Kazimierz Deyna (Polandia, Legia Warsaw)
1. Johan Cruyff (Belanda, Barcelona)
2. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
3. Kazimierz Deyna (Polandia, Legia Warsaw)
1975
1. Oleg Blokhin (Uni Soviet, Dynamo Kiev)
2. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
3. Johan Cruyff (Belanda, Barcelona)
1. Oleg Blokhin (Uni Soviet, Dynamo Kiev)
2. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
3. Johan Cruyff (Belanda, Barcelona)
1976
1. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
2. Rob Rensenbrink (Belanda, Anderlecht)
3. Ivo Viktor (Rep Ceska, Dukla Prague)
1. Franz Beckenbauer (Jerman, Bayern Munich)
2. Rob Rensenbrink (Belanda, Anderlecht)
3. Ivo Viktor (Rep Ceska, Dukla Prague)
1977
1. Allan Simonsen (Denmark, Borussia Monchengladbach)
2. Kevin Keegan (Inggris, Hamburg)
3. Michel Platini (Prancis, Nancy)
1. Allan Simonsen (Denmark, Borussia Monchengladbach)
2. Kevin Keegan (Inggris, Hamburg)
3. Michel Platini (Prancis, Nancy)
1978
1. Kevin Keegan (Inggris, Hamburg)
2. Hans Krankl (Austria, Barcelona)
3. Rob Rensenbrink (Belanda, Anderlecht)
1. Kevin Keegan (Inggris, Hamburg)
2. Hans Krankl (Austria, Barcelona)
3. Rob Rensenbrink (Belanda, Anderlecht)
1979
1. Kevin Keegan (Inggris, Hamburg)
2. Karl-Heinz Rummenigge (Jerman, Bayern Munich)
3. Ruud Krol (Belanda, Ajax)
1. Kevin Keegan (Inggris, Hamburg)
2. Karl-Heinz Rummenigge (Jerman, Bayern Munich)
3. Ruud Krol (Belanda, Ajax)
1980
1. Karl-Heinz Rummenigge (Jerman, Bayern Munich)
2. Bernd Schuster (Jerman, Real Madrid)
3. Michel Platini (Prancis, Saint-Etienne)
1. Karl-Heinz Rummenigge (Jerman, Bayern Munich)
2. Bernd Schuster (Jerman, Real Madrid)
3. Michel Platini (Prancis, Saint-Etienne)
1981
1. Karl-Heinz Rummenigge (Jerman, Bayern Munich)
2. Paul Breitner (Jerman, Bayern Munich)
3. Bernd Schuster (Jerman, Barcelona)
1. Karl-Heinz Rummenigge (Jerman, Bayern Munich)
2. Paul Breitner (Jerman, Bayern Munich)
3. Bernd Schuster (Jerman, Barcelona)
1982
1. Paolo Rossi (Italia, Juventus)
2. Alain Giresse (Prancis, Bordeaux)
3. Zbigniew Boniek (Polandia, Juventus)
1. Paolo Rossi (Italia, Juventus)
2. Alain Giresse (Prancis, Bordeaux)
3. Zbigniew Boniek (Polandia, Juventus)
1983
1. Michel Platini (Prancis, Juventus)
2. Kenny Dalglish (Skotlandia, Liverpool)
3. Allan Simonsen (Denmark, Vejle)
1. Michel Platini (Prancis, Juventus)
2. Kenny Dalglish (Skotlandia, Liverpool)
3. Allan Simonsen (Denmark, Vejle)
1984
1. Michel Platini (Prancis, Juventus)
2. Jean Tigana (Prancis, Bordeaux)
3. Preben Elkjær (Denmark, Verona)
1. Michel Platini (Prancis, Juventus)
2. Jean Tigana (Prancis, Bordeaux)
3. Preben Elkjær (Denmark, Verona)
1985
1. Michel Platini (Prancis, Juventus)
2. Preben Elkjær (Denmark, Verona)
3. Bernd Schuster (Jerman, Barcelona)
1. Michel Platini (Prancis, Juventus)
2. Preben Elkjær (Denmark, Verona)
3. Bernd Schuster (Jerman, Barcelona)
1986
1. Igor Belanov (Uni Soviet, Dynamo Kyiv)
2. Gary Lineker (Inggris, Barcelona)
3. Emilio Butragueño (Spanyol, Real Madrid)
1. Igor Belanov (Uni Soviet, Dynamo Kyiv)
2. Gary Lineker (Inggris, Barcelona)
3. Emilio Butragueño (Spanyol, Real Madrid)
1987
1. Ruud Gullit (Belanda, AC Milan)
2. Paulo Futre (Portugal, Atletico Madrid)
3. Emilio Butragueño (Spanyol, Real Madrid)
1. Ruud Gullit (Belanda, AC Milan)
2. Paulo Futre (Portugal, Atletico Madrid)
3. Emilio Butragueño (Spanyol, Real Madrid)
1988
1. Marco van Basten (Belanda, AC Milan)
2. Ruud Gullit (Belanda, AC Milan)
3. Frank Rijkaard (Belanda, AC Milan)
1. Marco van Basten (Belanda, AC Milan)
2. Ruud Gullit (Belanda, AC Milan)
3. Frank Rijkaard (Belanda, AC Milan)
1989
1. Marco van Basten (Belanda, AC Milan)
2. Franco Baresi (Italia, Milan)
3. Frank Rijkaard (Belanda, Milan)
1. Marco van Basten (Belanda, AC Milan)
2. Franco Baresi (Italia, Milan)
3. Frank Rijkaard (Belanda, Milan)
1990
1. Lothar Matthaus (Jerman, Inter Milan)
2. Salvatore Schillaci (Italia, Juventus)
3. Andreas Brehme (Jerman, Inter Milan)
1. Lothar Matthaus (Jerman, Inter Milan)
2. Salvatore Schillaci (Italia, Juventus)
3. Andreas Brehme (Jerman, Inter Milan)
1991
1. Jean-Pierre Papin (Prancis, Marseille)
2. Dejan Savicevic (Yugoslavia, Red Star Belgrade)
2. Darko Pancev (Yugoslavia, Red Star Belgrade)
2. Lothar Matthaus (Jerman, Bayern Munich)
1. Jean-Pierre Papin (Prancis, Marseille)
2. Dejan Savicevic (Yugoslavia, Red Star Belgrade)
2. Darko Pancev (Yugoslavia, Red Star Belgrade)
2. Lothar Matthaus (Jerman, Bayern Munich)
1992
1. Marco van Basten (Belanda, AC Milan)
2. Hristo Stoichkov (Bulgaria, Barcelona)
3. Dennis Bergkamp (Belanda, Ajax)
1. Marco van Basten (Belanda, AC Milan)
2. Hristo Stoichkov (Bulgaria, Barcelona)
3. Dennis Bergkamp (Belanda, Ajax)
1993
1. Roberto Baggio (Italia, Juventus)
2. Dennis Bergkamp (Belanda, Inter Milan)
3. Eric Cantona (Prancis, Manchester United)
1. Roberto Baggio (Italia, Juventus)
2. Dennis Bergkamp (Belanda, Inter Milan)
3. Eric Cantona (Prancis, Manchester United)
1994
1. Hristo Stoichkov (Bulgaria, Barcelona)
2. Roberto Baggio (Italia, Juventus)
3. Paolo Maldini (Italia, AC Milan)
1. Hristo Stoichkov (Bulgaria, Barcelona)
2. Roberto Baggio (Italia, Juventus)
3. Paolo Maldini (Italia, AC Milan)
1995
1. George Weah (Liberia, AC Milan)
2. Jurgen Klinsmann (Jerman, Bayern Munich)
3. Jari Litmanen (Finlandia, Ajax)
1. George Weah (Liberia, AC Milan)
2. Jurgen Klinsmann (Jerman, Bayern Munich)
3. Jari Litmanen (Finlandia, Ajax)
1996
1. Matthias Sammer (Jerman, Borussia Dortmund)
2. Ronaldo (Brasil, Barcelona)
3. Alan Shearer (Inggris, Newcastle United)
1. Matthias Sammer (Jerman, Borussia Dortmund)
2. Ronaldo (Brasil, Barcelona)
3. Alan Shearer (Inggris, Newcastle United)
1997
1. Ronaldo (Brasil, Inter Milan)
2. Predrag Mijatovic (Yugoslavia, Real Madrid)
3. Zinedine Zidane (Prancis, Juventus)
1. Ronaldo (Brasil, Inter Milan)
2. Predrag Mijatovic (Yugoslavia, Real Madrid)
3. Zinedine Zidane (Prancis, Juventus)
1998
1. Zinedine Zidane (Prancis, Juventus)
2. Davor Suker (Kroasia, Real Madrid)
3. Ronaldo (Brasil, Inter Milan)
1. Zinedine Zidane (Prancis, Juventus)
2. Davor Suker (Kroasia, Real Madrid)
3. Ronaldo (Brasil, Inter Milan)
1999
1. Rivaldo (Brasil, Barcelona)
2. David Beckham (Inggris, Manchester United)
3. Andriy Shevchenko (Ukraina, AC Milan)
1. Rivaldo (Brasil, Barcelona)
2. David Beckham (Inggris, Manchester United)
3. Andriy Shevchenko (Ukraina, AC Milan)
2000
1. Luis Figo (Portugal, Real Madrid)
2. Zinedine Zidane (Prancis, Real Madrid)
3. Andriy Shevchenko (Ukraina, AC Milan)
1. Luis Figo (Portugal, Real Madrid)
2. Zinedine Zidane (Prancis, Real Madrid)
3. Andriy Shevchenko (Ukraina, AC Milan)
2001
1. Michael Owen (Inggris, Liverpool)
2. Raul (Spanyol, Real Madrid)
3. Oliver Kahn (Jerman, Bayern Munich)
1. Michael Owen (Inggris, Liverpool)
2. Raul (Spanyol, Real Madrid)
3. Oliver Kahn (Jerman, Bayern Munich)
2002
1. Ronaldo (Brasil, Real Madrid)
2. Roberto Carlos (Brasil, Real Madrid)
3. Oliver Kahn (Jerman, Bayern Munich)
1. Ronaldo (Brasil, Real Madrid)
2. Roberto Carlos (Brasil, Real Madrid)
3. Oliver Kahn (Jerman, Bayern Munich)
2003
1. Pavel Nedved (Rep Ceska, Juventus)
2. Thierry Henry (Prancis, Arsenal)
3. Paolo Maldini (Italia, AC Milan)
1. Pavel Nedved (Rep Ceska, Juventus)
2. Thierry Henry (Prancis, Arsenal)
3. Paolo Maldini (Italia, AC Milan)
2004
1. Andriy Shevchenko (Ukraina, AC Milan)
2. Deco (Portugal, Barcelona)
3. Ronaldinho (Brasil, Barcelona)
1. Andriy Shevchenko (Ukraina, AC Milan)
2. Deco (Portugal, Barcelona)
3. Ronaldinho (Brasil, Barcelona)
2005
1. Ronaldinho (Brasil, Barcelona)
2. Frank Lampard (Inggris, Chelsea)
3. Steven Gerrard (Inggris, Liverpool)
1. Ronaldinho (Brasil, Barcelona)
2. Frank Lampard (Inggris, Chelsea)
3. Steven Gerrard (Inggris, Liverpool)
2006
1. Fabio Cannavaro (Italia, Real Madrid)
2. Gianluigi Buffon (Italia, Juventus)
3. Thierry Henry (Prancis, Arsenal)
1. Fabio Cannavaro (Italia, Real Madrid)
2. Gianluigi Buffon (Italia, Juventus)
3. Thierry Henry (Prancis, Arsenal)
2007
1. Kaka (Brasil, AC Milan)
2. Cristiano Ronaldo (Portugal, Manchester United)
3. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
1. Kaka (Brasil, AC Milan)
2. Cristiano Ronaldo (Portugal, Manchester United)
3. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2008
1. Cristiano Ronaldo (Portugal, Manchester United)
2. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
3. Fernando Torres (Spanyol, Liverpool)
1. Cristiano Ronaldo (Portugal, Manchester United)
2. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
3. Fernando Torres (Spanyol, Liverpool)
2009
1. Lionel Messi (Argentinea, Barcelona)
2. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
3. Xavi Hernandez (Spanyol, Barcelona)
1. Lionel Messi (Argentinea, Barcelona)
2. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
3. Xavi Hernandez (Spanyol, Barcelona)
FIFA Ballon d'Or
2010
1. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2. Andres Iniesta (Spanyol, Barcelona)
3. Xavi Hernandez (Spanyol, Barcelona)
1. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2. Andres Iniesta (Spanyol, Barcelona)
3. Xavi Hernandez (Spanyol, Barcelona)
2011
1. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
3. Xavi Hernandez (Spanyol, Barcelona)
1. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
3. Xavi Hernandez (Spanyol, Barcelona)
2012
1. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
3. Andres Iniesta (Spanyol, Barcelona)
1. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
3. Andres Iniesta (Spanyol, Barcelona)
2013
1. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
2. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
3. Franck Ribery (Prancis, Bayern Munich)
1. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
2. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
3. Franck Ribery (Prancis, Bayern Munich)
2014
1. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
2. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
3. Manuel Neuer (Jerman, Bayern Munich)
1. Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
2. Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
3. Manuel Neuer (Jerman, Bayern Munich)
Jumat, 26 Agustus 2016
10 PEMAIN TERBAIK DUNIA SEPANJANG SEJARAH
Tidak mengherankan bahwa Pelé adalah striker terbaik yang pernah ada, jika Anda hanya melihat statistik nya Anda akan melihat mengapa. Pemain Brasil ini mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan, jumlah yang belum diulang oleh setiap pemain hingga saat ini. Pelé mencetak gol dengan berbagai cara, selalu mencari peluang untuk menembak ke gawang. Dia adalah penyundul yang hebat meskipun ia bukan yang tertinggi, ia mencetak beberapa gol akrobat juga ia mencetak gol paling banyak, dengan tendangan yang sangat baik, Pelé bisa menendang dengan sangat baik menggunakan kedua kakinya.
Pemain Hungaria Puskás adalah striker hebat, ia memiliki salah satu penyelesaian terbaik dalam sejarah sepak bola. Ini membantunya mencetak banyak gol, ia mencetak 513 gol dalam 528 pertandingan. Sebagai kapten Hungaria Puskas mencetak 84 gol dalam 85 pertandingan, membantu mereka memenangkan medali emas di Olimpiade 1952, dan menembus final Piala Dunia FIFA tahun 1954.
Ronaldo adalah striker hebat di akhir 1990-an dan awal 2000 an. Pada periode ini dia benar-benar tak terbendung, dia bisa mencetak gol dari posisi manapun setiap saat. Pemain asal Brasil ini selalu mencetak banyak gol di setiap tim dimana dia bermain. Pada Piala Dunia 2006 Ronaldo mencetak gol Piala Dunia ke-15 dan menjadi pemegang rekor mencetak gol terbanyak di Piala Dunia.
Maradona hanya berada pada nomer empat, terkejut? Jangan terkejut di daftar ini adalah tentang striker terbaik yang pernah ada dan Maradona tidak lebih adalah gelandang serang, namun Maradona masih seorang finisher yang bagus, dia bisa mencetak gol dari posisi yang luar biasa, dengan tembakan yang luar biasa, tetapi ia juga menciptakan peluang skor entah dari posisi tidak mungkin dengan menggiring bola seperti mereka tidak ada. Ini membantunya mencetak banyak gol.
Eusebio, dijuluki “The Black Panther” adalah pemain besar pertama yang lahir di Afrika. Dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Benfica dengan 638 gol dalam 614 pertandingan. Eusebio dikenal dengan Portugal di Piala Dunia 1966 di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan 9 gol.
Pahlawan Ajax dan Milan, van Basten adalah striker hebat. Ia memenangkan Kejuaraan Eropa dengan Belanda pada tahun 1988, menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan 5 gol. Dia adalah pemain yang sangat berbakat tapi dipaksa untuk pensiun dini karirnya pada usia 30 karena cedera pergelangan kaki.
Müller memenangkan Piala Dunia dengan Jerman-Barat pada tahun 1974, ia mencetak total 68 gol dalam 62 pertandingan untuk tim nasional. Ia dijuluki “Der Bomber” karena kemampuannya mencetak gol yang luar biasa. Dia mencetak 401 gol dalam 441 pertandingan sebagai striker Bayern Munich.
Dia adalah salah satu dari beberapa pemain yang mencetak lebih dari 1000 gol selama karir nya. Dia adalah striker dari tim impian Barcelona selama awal 90-an yang dilatih oleh Johan Cruyff. Ia memenangkan Piala Dunia bersama Brasil pada tahun 1994, memenangkan bola emas untuk pemain terbaik.
Di usia nya yang masih muda, dia sudah memperoleh berbagai penghargaan pemain terbaik. Pemain ini terkenal dengan permainan nya yang lincah serta tendangan yang akurat, sangat susah untuk menghentikan messi ketika ia membawa bola. Ketika artikel ini di tulis ia sudah mencetak 215 gol dalam 246 pertandingan sebuah rekor yang fantastis mengingat umur nya yang masih muda 26 tahun. Bersama dengan Barcelona ia juga telah memenangi berbagai piala, hanya menunggu waktu bagi Messi untuk menjadi status Legenda.
Friedenreich bermain bahkan sebelum Perang Dunia I, 1909-1935. Tidak ada banyak rekaman dia tapi terdapat angka-angka menakjubkan. Ada kebingungan tentang jumlah pasti, ada yang mengatakan ia mencetak 1239 gol dalam 1329 pertandingan, sementara yang lain mengatakan yang benar adalah 1.329 gol dalam 1.239 pertandingan. Friedenreich dijuluki “The King of Football” sebelum Pelé mengambil julukan ini.
Tampak nya Brazil tetap merupakan negara penghasil pemain sepak bola yang terbaik dari peringkat ini saja ada 3 pemain brazil masuk, di ikuti dengan Argentina dengan 2 pemain. Kapan pemain Indonesia akan masuk dalam peringkat dunia? Kita tunggu saja.
Langganan:
Postingan (Atom)






